Langsung ke konten utama

Cukup


 Ada bagian hati yang tidak tersampaikan, kemudian kita temukan kata ‘cukup’ untuk mengakhirinya.

            Mungkin begitu semestinya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melewatkanmu

Kamu orangnya. Benar benar kamu. Bukan yang lainHarus berapa kali kuulangi? *** Melewatkanmu. Saat ini itu adalah hal yang paling aku benci untuk terjadi. Bukannya sudah kukatakan. Rasanya aku telah berhenti dari pencarian. Entah bagaimana. Panca inderaku berikut hatiku semua menujumu.
Hari bersamamu teramat berarti. Sungguh bagiku, meskipun kau tak tahu. Perasaannya sungguh kuat. Benar benar kuat. Makin hari makin menjadi. Hingga saat ini, membuncah sekali.
Aku tak ingat pasti, bagaimana awal mula semuanya terjadi. Rasanya begitu cepat, juga akurat. Sekejap saja semua bisa kukenali dengan keyakinan yang pasti. Tak banyak pertimbangan sana-sini. Sungguh sederhana sekali.
Cinta sejati! Ahh… kemana saja selama ini?
Aku hanya tak mau melewatkanmu. Saat nanti, jika kamu masih menutup rapat pintu hati, barangkali Tuhan membalikkan hati ini. Kau tau? Aku tak mau itu terjadi. Memaksamu, rasanya ingin. Namun ku tahu tak mungkin. Ketakutanmu? Mari kuhapuskan bersamaku. ***
Melewatkanmu. Hanya akan ja…

Entah Kamu

(Mas Gun)

“Aku mencintaimu dan aku mau mewujudkannya dalam tindakan”. “Tidak usah,” katamu menolak tawaran.
Lalu, dilain waktu kamu justru resah menanti seseorang yang kamu harap datang. Meski keberadaannya tidak pernah kamu ketahui, bahkan cintanya pun tidak kamu mengerti. Kamu memilih ketidakpastian daripada kepastian. Bukankah selama ini kamu sendiri yang menuntut kepastian?
Ketika kamu mencari kepastian, aku datang menawarkannya. Lalu, kamu justru ragu memberikan kepercayaan. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kamu cari. Di lain hari kamu resah mencari. Mencari sesuatu yang jauh, sesuatu yang bahkan tidak kamu kenali. Sesuatu yang katanya telah disiapkan Tuhan bahkan sejak kamu belum lahir. Apa kamu tidak pernah bertanya pada diri sendiri bahwa mungkin ia menciptakan kita sebagai takdir itu?
Aku mungkin harus menghilang dari kehidupanmu agar kamu sadar dan menyadari bahwa ada yang hilang dalam hidupmu. Kesadaran yang membuatmu mengerti bahwa ada orang yang memiliki perasaan yang ba…

Istikharah Cinta

oleh : Sigma
Bersaksi cinta diatas cinta Dalam alunan tasbih ku ini Menerka hati yang tersembunyi Berteman dimalam sunyi penuh do'a
Sebut nama Mu terukir merdu Tertulis dalam sajadah cinta Tetapkan pilihan sebagai teman Kekal abadi hingga akhir zaman
Istikharah cinta memanggilku Memohon petunjukmu satu nama teman setia Naluriku berkata
Dipenantian luahan rasa Teguh satu pilihan Pemenuh separuh nafasku Dalam mahabbah rindu
Di istikharah cinta..