Langsung ke konten utama

Postingan

Cukup

Ada bagian hati yang tidak tersampaikan, kemudian kita temukan kata ‘cukup’ untuk mengakhirinya.
Mungkin begitu semestinya.



Postingan terbaru

Berlari

Tiba-tiba aku ingin berlari saat ini. Entah… mungkin sulit untuk menjelaskan dengan pasti bagaimana perasaanku saat ini. Tapi rasanya, berlari bisa memberiku suatu kelegaan tersendiri saat ini, barang sesaat saja, yang dengan itu aku bisa melupakan sejenak beban apa yang aku pikul detik ini. Pernah merasakan seperti itu?
Hidup memang seperti itu. Naik dan turun. Jatuh dan bangun. Terangkat melambung tinggi, bahkan hingga terpuruk jatuh ke palung yang dalam. Seperti itu kah memang sebuah drama kehidupan?
Rasanya aku ingin berlari saja. Melewatkan beberapa detik kehidupan yang menurutku, saat ini, mungkin aku tidak bisa menghadapinya. Inginku hanya melewatinya saja. Sudah demikian. Entah bagaimana pun hasilnya seperti apa. Itu urusan nanti. Paham maksutku? Mungkin itu alasannya aku ingin berlari saja.
Sungguh ironi. Mengingat di saat aku merasa, suatu ketika aku percaya aku bisa menghadapinya. Tapi kemudian, saat ini, berada pada perasaan seperti ini. Memalukan. Kau tau kan, kadang kita su…

Perjuangan Lampau

Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, tanpa pengorbanan.
Begitu salah satu potongan lirik sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana kehidupan kita semestinya. Bila dipahami sebaliknya, kalau tanpa perjuangan dan pengorbanan, artinya kita sudah ‘mati’. Hidup di jaman sekarang pun semakin menegaskan itu, seperti hukum kekal alam rimba, ‘siapa yang kuat dia yang berkuasa, yang lemah akan binasa’, dan untuk kuat itu kita perlu suatu perjuangan dan tentu pengorbanan.
*** Pernah merasakan suatu perjuangan yang berbuah nyata? Kali ini aku akan bercerita tentang suatu masa dimana aku merasakan perjuangan dan pengorbanan hingga akhirnya mendapatkan keberhasilan dan kepuasan. Saat itu di kala aku jenjang sekolah dasar. Mulanya aku hanyalah bocah ingusan, saat duduk di bangku kelas 1 SD, tidak pernah peduli dengan pekerjaan rumah, bahkan saat itu semua pekerjaan rumahku, orang tuaku lah yang membuatnya. Aku? Sibuk bermain di luar rumah. Beranjak ke Kelas 2, tidak banyak yang berubah. Sampai akhirnya…

Penyesalan

Salah satu hal yang paling aku benci di dunia ini adalah penyesalan. Mengapa? Karena ia datang di akhir dan kita tidak memiliki mesin waktu untuk merubahnya kembali. Kemudian hanya memberikan bekas guratan di hati dan seringnya tidak bisa menghilang begitu saja. Ia membekas. Membentuk gambaran hati yang baru.
Setiap orang tentunya tidak ingin menyesal. Bagiamana agar kita tidak menyesal? Masing-masing kita harus bisa memilih pilihan terbaik begitu dalam perjalanan hidup, kita tiba di sebuah persimpangan. Persimpangan jalan yang memang harus kita lalui untuk mencapai tujuan kita. Ada persimpangan kecil dan juga besar, layaknya jalan-jalan di kota. Tugas kita adalah menentukan pilihan jalan sehingga pada akhirnya, harapan kita, kita sampai pada tujuan kita.
Akan ada banyak pilihan langkah hidup yang akan kita lalui, bahkan dalam setiap detiknya. Termasuk detik ini dimana aku memilih untuk menuliskan kegundahanku, daripada aku melakukan kegiatan yang lain detik ini. Kegundahan ini lahir ka…

Kesempatan dan Pembuktian

Halo :))
Lama tak berjumpa. Rasanya sudah kaku jari jemari ini untuk menuliskan curahan-curahan kegelisahan, meluapkan emosi dan ceriwis-ceriwis lainnya, hehe. Hari ini salah seorang temanku mengingatkanku, pelajaran tentang suatu kesetimbangan antara iman dan amal. Seseorang yang ia mengaku dirinya beriman, maka tak akan terbukti sampai dia membuahkan suatu amalan. Rasanya, mungkin aku terlupa dibagian itu. Sehingga terkadang, hari-hariku terasa cepat berlalu begitu saja, tanpa makna yang berarti. Kemudian, aku berpikir, kira-kira, amal apa yang bisa aku lakukan (tentunya selain amalan wajib lainnya), untuk menghidupkan hari-hariku, sebagai bukti akan keimananku. Nah akhirnya, usut segala usut, piker segala pikir, sepertinya tempat ini yang cocok untuk membantu tujuanku itu. Semoga bisa istiqomah, amin. Setidaknya dengan aku menulis seperti ini, beramal seperti ini, bisa lebih menjaga imanku. Sisi lain, juga sebagai oleh-oleh kelak saat rambutku memutih, bahwa di detik ini, aku pernah…

Buat Aku Tersenyum

By : SO7
Datanglah sayang Dan biarkan aku berbaring Di pelukanmu,walaupun 'tuk sejenak Usaplah dahiku Dan kan kukatakan semua
Bilaku lelah tetaplah di sini Kar'na engkaulah satu-satunya untukku Jangan tinggalkan aku sendiri Bilaku marah biarkan ku bersandar Jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku Dan buat aku tersenyum Dengan canda tawamu, Walaupun tuk sekejap Kar'na hanya engkaulah Yang sangggup redakan aku
Dan pastikan kita selalu bersama Kar'na dirimulah yang sanggup mengerti aku Dalam susah maupun senang
Dapatkah engkau selalu menjagaku         Dan mampukah engkau mempertahankanku ..


Seribu

Masih harus seribu buku Masih harus seribu ilmu Masih harus seribu roti Masih harus seribu bukti Masih harus seribu tawar Masih harus seribu sabar Masih harus seribu tulisan Masih harus seribu pemberian Masih harus seribu tenaga Masih harus seribu percaya