Langsung ke konten utama

Terima Kasih


Terima kasih, telah mengajarkanku untuk ‘lebih’ mempercayai Tuhan.
Benar-benar menyerahkan seluruhnya atas kehendak-Nya, termasuk dalam hal memilikimu.

Terima kasih, telah menyadarkanku akan cinta matahari kepada bumi.
Mendekatimu hanya akan ‘membunuh’ kita bersama. Terjerembab dalam kesalahan yang mungkin akan kita sesali di masa depan. Kesalahan yang sama, karena kita tahu, kita pernah sama-sama melakukannya.

Jika cinta menyaratkan perjuangan dan pengorbanan, batas yang bisa aku lakukan untukmu saat ini, hanyalah mendoakan. Menyebut namamu dalam sujud panjangku. Bermunajat atas doa yang kuharap. Benar bukan? Cuma itu saja kan yang bisa kulakukan? Maka yakinkanlah aku. Terima kasih.

Jika cinta membutuhkan keikhlasan, ajari aku, bagaimana melepasmu untuk orang lain. Satu hal terpahit yang tidak bisa tidak terpikirkan dalam benakku. Karena rasanya, pencarianku telah berhenti. Tepat pada dirimu.

Maka, ajari aku. Bagaimana beradu dengan perasaan dan waktu. 
Terima kasih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanam dan Tuai

Apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai.

              Pepatah tua telah mengajarkan kita akan pelajaran kehidupan.Ibaratnya seorang petani yang menanam padi, tentu akan menuai padi pada akhirnya. Tidak mungkin menuai mangga, jambu ataupun yang lain. Kebaikan dan keburukan pun berlaku seperti itu. Seorang pernah berujar, bahwa dunia ini tidak adil. Mengapa? Ia mengatakan, orang-orang baik, yang memiliki akhlak yang bagus, mulia dan terpuji justru tidak merasakan kebaikan yang ditanamnya. Ia berpandangan begitu dengan melihat orang-orang miskin di sekitarnya. Lantas dibandingkan dengan orang-orang kaya raya, justru merasakan kebaikan dunia ini dengan kemewahannya, padahal mereka sendiri memiliki akhlak yang buruk, eogis, lupa sholat, dan lainnya. Lalu? Bagaimana dengan konsep tanam dan tuai? Sejenak kita mengingat kepada apa yang disampaikan oleh pemilik dunia ini dan seisinya.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsi…

Cukuplah Allah Bagiku...

Menemukan(mu)