Langsung ke konten utama

Melewatkanmu

Kamu orangnya. Benar benar kamu. Bukan yang lain
Harus berapa kali kuulangi?
***
Melewatkanmu.
Saat ini itu adalah hal yang paling aku benci untuk terjadi. Bukannya sudah kukatakan. Rasanya aku telah berhenti dari pencarian. Entah bagaimana. Panca inderaku berikut hatiku semua menujumu.

Hari bersamamu teramat berarti. Sungguh bagiku, meskipun kau tak tahu. Perasaannya sungguh kuat. Benar benar kuat. Makin hari makin menjadi. Hingga saat ini, membuncah sekali.

Aku tak ingat pasti, bagaimana awal mula semuanya terjadi. Rasanya begitu cepat, juga akurat. Sekejap saja semua bisa kukenali dengan keyakinan yang pasti. Tak banyak pertimbangan sana-sini. Sungguh sederhana sekali.

Cinta sejati! Ahh… kemana saja selama ini?

Aku hanya tak mau melewatkanmu. Saat nanti, jika kamu masih menutup rapat pintu hati, barangkali Tuhan membalikkan hati ini. Kau tau? Aku tak mau itu terjadi. Memaksamu, rasanya ingin. Namun ku tahu tak mungkin. Ketakutanmu? Mari kuhapuskan bersamaku.
***

Melewatkanmu.
Hanya akan jadi penyesalan terbesar seumur hidupku. Tolong dengarkan aku.
Harus berapa kali kuulangi?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Terbaik

Manusia hidup dengan keinginan. Mereka mempersiapkan segala sesuatu demi mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka. Sebagian mendapatkan, sebagian tidak. Sebagian merasa gembira dengan perolehannya. Sebagian tidak. Merasa sedih dengan kegagalannya. Manusia memang dituntut untuk menyempurnakan usaha. Karena dengan begitu, kita bisa menjemput takdir Tuhan untuk kita. Genapkan usaha. Kemudian berserah. Rahasia terbesarnya ialah, apa yang menurut kita baik dalam pandangan kacamata manusia, ternyata belum tentu sejatinya baik. Sebaliknya, apa yang buruk menurut manusia, belum tentu sejatinya buruk.  Percayalah. Dengan begitu, semua yang kita hadapi dalam kehidupan ini, akan menjadi bentuk syukur kita kepadaNya. Tidak patut terlalu bergembira atas pemberian dariNya, juga tidak akan bersedih tentang apa yang luput dari keinginan kita. "Aku menjadi paham jika prasangkaku hanya sekedar prasangka. Tidak lebih. Dan kini kutemui, apa-apa yang terbaik itu tidak pernah ada da...

Segenap Kekurangan

Captured April 6, 2021 Menjalani kehidupan di jenjang yang berbeda membutuhkan penyesuaian. Dalam segala hal. Terlebih bagi seorang pasangan suami istri yang menjalani kehidupan 24 jam Bersama. Seperti halnya pasangan yang lain, sudah tentu masing-masing dari kami memiliki banyak kekurangan. Satu hal yang kupercaya, bahwa Allah SWT. mempertemukan kedua insan dalam bahtera rumah tangga, pasti keduanya dipertemukan untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan itu. Sampai detik ini, dengan segala kekuranganku yang terjaga dengan kelebihan istriku, aku berjanji untuk selalu mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi seorang imam yang baik, seorang sahabat yang peduli, seorang teman yang baik bagi dirinya. Aku berjanji… Ah iya.. foto itu diambil saat piknik di Glamping Jogja. Dengan 2 buah sepeda lipat yang sudah jarang terpakai… :p Mudah-mudahan bisa terpakai lagi dengan latar foto yang berbeda 😊