Langsung ke konten utama

Entah Kamu


(Mas Gun)

“Aku mencintaimu dan aku mau mewujudkannya dalam tindakan”.
“Tidak usah,” katamu menolak tawaran.

Lalu, dilain waktu kamu justru resah menanti seseorang yang kamu harap datang. Meski keberadaannya tidak pernah kamu ketahui, bahkan cintanya pun tidak kamu mengerti. Kamu memilih ketidakpastian daripada kepastian. Bukankah selama ini kamu sendiri yang menuntut kepastian?

Ketika kamu mencari kepastian, aku datang menawarkannya. Lalu, kamu justru ragu memberikan kepercayaan. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kamu cari.
Di lain hari kamu resah mencari. Mencari sesuatu yang jauh, sesuatu yang bahkan tidak kamu kenali. Sesuatu yang katanya telah disiapkan Tuhan bahkan sejak kamu belum lahir. Apa kamu tidak pernah bertanya pada diri sendiri bahwa mungkin ia menciptakan kita sebagai takdir itu?

Aku mungkin harus menghilang dari kehidupanmu agar kamu sadar dan menyadari bahwa ada yang hilang dalam hidupmu. Kesadaran yang membuatmu mengerti bahwa ada orang yang memiliki perasaan yang bahkan tidak kamu rasakan. Bahwa ada orang yang mencintaimu kala kamu takut dan bertanya-tanya apakah ada orang yang bisa jatuh cinta padamu.

Saat ini mungkin kita hanya bertemu. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dikemudian hari. Harapanku dan harapanmu mungkin saja berbeda. Namun, siapa sangka bila ternyata muara kita sama. Aku berdoa seperti itu, entah kamu.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Hope

Jika keyakinan adanya kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini terpatri, sungguh tidak akan ada ruang bagi kita untuk berhenti berharap Pernah mendengar suatu kisah tentang empat lilin? Mungkin kisah ini udah familiar sekali. Dalam suatu ruangan sunyi, ada empat buah lilin yang menyala, namun perlahan, sedikit demi sedikit habis meleleh. Karena begitu sunyinya, terdengarlah percakapan antara mereka. Lilin yang pertama berkata “Aku adalah DAMAI.” “Namun manusia tak lagi mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan saja diriku..”. Demikian, sedikit demi sedikit sang lilin pun padam. Tersisalah tiga lilin yang masih menyala. Kemudian berkatalah lilin yang kedua, “Aku adalah IMAN.” “Namun sayang, manusia tak mau mengenaliku.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Tersisalah dua lilin yang masih menyala. Kemudian berkatalah lilin yang ketiga, “Aku adalah CINTA.” “Tak mampu lagi aku tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapk...

Segenap Kekurangan

Captured April 6, 2021 Menjalani kehidupan di jenjang yang berbeda membutuhkan penyesuaian. Dalam segala hal. Terlebih bagi seorang pasangan suami istri yang menjalani kehidupan 24 jam Bersama. Seperti halnya pasangan yang lain, sudah tentu masing-masing dari kami memiliki banyak kekurangan. Satu hal yang kupercaya, bahwa Allah SWT. mempertemukan kedua insan dalam bahtera rumah tangga, pasti keduanya dipertemukan untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan itu. Sampai detik ini, dengan segala kekuranganku yang terjaga dengan kelebihan istriku, aku berjanji untuk selalu mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi seorang imam yang baik, seorang sahabat yang peduli, seorang teman yang baik bagi dirinya. Aku berjanji… Ah iya.. foto itu diambil saat piknik di Glamping Jogja. Dengan 2 buah sepeda lipat yang sudah jarang terpakai… :p Mudah-mudahan bisa terpakai lagi dengan latar foto yang berbeda 😊