Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Mengenalnya

Aku cukup mengenalnya. Sebagai pribadi utuh di usianya. Sesosok manusia dengan penuh keinginan. Masih teringat, manakala dalam usia mudanya dulu, apabila sore hari menjelang, ia bergegas keluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya. Tidak cukup hanya bersepeda. Bermain sepak bola, petak umpet, dan berpetualang ternyata menjadi bagian dari kesukaannya saat kecil. Sesampainya di rumah, dengan wajah dan tubuh yang penuh keringat,ia disambut oleh bundanya. Raut wajah cerianya yang begitu menggemaskan nyatanya dapat membuat sang bunda tersenyum lebar. Aku cukup mengenalnya. Menginjak hari pertamanya masuk bangku sekolah, ia begitu bersemangat. Mandi pagi. Sarapan. Kemudian lekas berangkat. Berseragam rapi dengan sepatu hitamnya, ia dibonceng sang bunda ke sekolah, bersama adik dan juga kakaknya. Sesampainya di depan gerbang sekolah, kecup tangan sang bunda menjadi pelipat semangatnya bersekolah. Lantas ia segera berlari sekencang-kencangnya masuk ke dalam halaman sekolahnya....

Cukuplah Allah Bagiku...

Sejenak kita mengingat kembali kisah seorang pejuang dakwah ini, seorang Duta Islam Pertama. Tersebutlah "Mush'ab bin Umair". Kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya melampaui kecintaanNya kepada dunia ini. Terdidik dalam sebuah kenikmatan dan kemanjaan dunia, dengan kasih sayang ibunya. Tidak membutakan mata batinnya akan Islam. Hingga keindahan syariat menghiasai hatinya. Cukuplah dengan itu. Cukup. Meskipun kenikmatan dunia tidak lagi dirasakannya. Meskipun seorang Ibu tid ak lagi menyanyangi bahkan tidak menganggapnya sebagai anak. Begitulah ketika hati tenteram akan cahaya Islam. Di akhir cerita, kesyahidannya membuat Rasul menitihkan air matanya. Sedih? Tidak, jangan salah. Bukankah menjadi kebahagiaan tatkala dunia ini kita tinggal dan akhirat surga Allah yang menanti? Cukup. Cukuplah itu menjadi pengingat dan penyemangat kita... :)   "…Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan ...

Berdoalah!

Salah satu kelebihan seorang muslim adalah kekuatan doa. Bagaimana tidak? Dzat Yang Maha Mengabulkan setiap doa adalah Allah SWT. dan orang-orang yang dekat denganNya dan meminta kepadaNya tentu mendapat keuntungan kan? Saya suka menggambarkannya seperti ini. Bahwa ketika selepas dari sholat, saat itu ada sebuah kertas kosong sebagai ‘lembar keinginan’ yang disodorkan kepada kita. Dan kesempatan mengisi kertas itu hanya saat itu juga. Beranjak dari tempat kita sholat, itu berarti saat itu juga kertas tersebut dikembalikan. Maka beuntunglah bagi mereka yang selepas dari sholat mau memanfaatkan kesempatan itu untuk mengisi ‘lembar keinginan’ tersebut. Kertas itu kembali dengan berbagai tulisan di dalamnya. Merugilah mereka yang selepas dari sholat, mereka langsung beranjak pergi. Kertas itu masih tetap dalam keadaaan kosong. Apakah mereka tidak punya keinginan sehingga mereka tidak perlu berdoa? Tidak. Saya pikir tidak seperti itu. Dan rumusnya adalah, mereka yang mau memanfaa...