Langsung ke konten utama

Cukuplah Allah Bagiku...




Sejenak kita mengingat kembali kisah seorang pejuang dakwah ini, seorang Duta Islam Pertama. Tersebutlah "Mush'ab bin Umair". Kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya melampaui kecintaanNya kepada dunia ini. Terdidik dalam sebuah kenikmatan dan kemanjaan dunia, dengan kasih sayang ibunya. Tidak membutakan mata batinnya akan Islam. Hingga keindahan syariat menghiasai hatinya. Cukuplah dengan itu. Cukup. Meskipun kenikmatan dunia tidak lagi dirasakannya. Meskipun seorang Ibu tidak lagi menyanyangi bahkan tidak menganggapnya sebagai anak. Begitulah ketika hati tenteram akan cahaya Islam. Di akhir cerita, kesyahidannya membuat Rasul menitihkan air matanya. Sedih? Tidak, jangan salah. Bukankah menjadi kebahagiaan tatkala dunia ini kita tinggal dan akhirat surga Allah yang menanti? Cukup. Cukuplah itu menjadi pengingat dan penyemangat kita... :)


"…Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.”(At-Taubah [9]: 129)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Hope

Jika keyakinan adanya kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini terpatri, sungguh tidak akan ada ruang bagi kita untuk berhenti berharap Pernah mendengar suatu kisah tentang empat lilin? Mungkin kisah ini udah familiar sekali. Dalam suatu ruangan sunyi, ada empat buah lilin yang menyala, namun perlahan, sedikit demi sedikit habis meleleh. Karena begitu sunyinya, terdengarlah percakapan antara mereka. Lilin yang pertama berkata “Aku adalah DAMAI.” “Namun manusia tak lagi mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan saja diriku..”. Demikian, sedikit demi sedikit sang lilin pun padam. Tersisalah tiga lilin yang masih menyala. Kemudian berkatalah lilin yang kedua, “Aku adalah IMAN.” “Namun sayang, manusia tak mau mengenaliku.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Tersisalah dua lilin yang masih menyala. Kemudian berkatalah lilin yang ketiga, “Aku adalah CINTA.” “Tak mampu lagi aku tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapk...

Segenap Kekurangan

Captured April 6, 2021 Menjalani kehidupan di jenjang yang berbeda membutuhkan penyesuaian. Dalam segala hal. Terlebih bagi seorang pasangan suami istri yang menjalani kehidupan 24 jam Bersama. Seperti halnya pasangan yang lain, sudah tentu masing-masing dari kami memiliki banyak kekurangan. Satu hal yang kupercaya, bahwa Allah SWT. mempertemukan kedua insan dalam bahtera rumah tangga, pasti keduanya dipertemukan untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan itu. Sampai detik ini, dengan segala kekuranganku yang terjaga dengan kelebihan istriku, aku berjanji untuk selalu mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi seorang imam yang baik, seorang sahabat yang peduli, seorang teman yang baik bagi dirinya. Aku berjanji… Ah iya.. foto itu diambil saat piknik di Glamping Jogja. Dengan 2 buah sepeda lipat yang sudah jarang terpakai… :p Mudah-mudahan bisa terpakai lagi dengan latar foto yang berbeda 😊