Langsung ke konten utama

Pulang

Aku masih (mencoba) bertahan.
Berjibaku melawan keadaan, menahan perasaan. Bahkan sepertinya, perlawanan itu telah berbekas ruang yang sulit dihapuskan.
Sudah terlalu lama ruang ini terbuka. Semakin lama justru semakin melebar. Bahkan saat ini, sepertinya sudah terlalu lebar. Sehingga sulit untuk dipertahankan.
Dari ruang itu, seberkas kenangan terbang menuju angan-angan. Tergambar senyuman keindahan, tanda kesayangan. Kehangatan bukti kecintaan. Ketegasan yang ditampakkan adalah benih pengajaran yang ditanamkan. Semuanya menawarkan kerinduan.

Kenangan itu sedikit demi sedikit berputar. Satu perbedaan di sana. Tampak paras kecantikan yang termakan bersama waktu yang berjalan. Keriput yang semakin lama semakin tertampakkan. Uban yang tanpa pengabaran. Ada apa dengan semua itu.

Menjadi-jadilah ruang itu.

Aku masih (mencoba) bertahan.
Sampai akhirnya, tetes pelupuk mata yang memilih untuk melampiaskan.

Tidak tertahankan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Terbaik

Manusia hidup dengan keinginan. Mereka mempersiapkan segala sesuatu demi mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka. Sebagian mendapatkan, sebagian tidak. Sebagian merasa gembira dengan perolehannya. Sebagian tidak. Merasa sedih dengan kegagalannya. Manusia memang dituntut untuk menyempurnakan usaha. Karena dengan begitu, kita bisa menjemput takdir Tuhan untuk kita. Genapkan usaha. Kemudian berserah. Rahasia terbesarnya ialah, apa yang menurut kita baik dalam pandangan kacamata manusia, ternyata belum tentu sejatinya baik. Sebaliknya, apa yang buruk menurut manusia, belum tentu sejatinya buruk.  Percayalah. Dengan begitu, semua yang kita hadapi dalam kehidupan ini, akan menjadi bentuk syukur kita kepadaNya. Tidak patut terlalu bergembira atas pemberian dariNya, juga tidak akan bersedih tentang apa yang luput dari keinginan kita. "Aku menjadi paham jika prasangkaku hanya sekedar prasangka. Tidak lebih. Dan kini kutemui, apa-apa yang terbaik itu tidak pernah ada da...

Segenap Kekurangan

Captured April 6, 2021 Menjalani kehidupan di jenjang yang berbeda membutuhkan penyesuaian. Dalam segala hal. Terlebih bagi seorang pasangan suami istri yang menjalani kehidupan 24 jam Bersama. Seperti halnya pasangan yang lain, sudah tentu masing-masing dari kami memiliki banyak kekurangan. Satu hal yang kupercaya, bahwa Allah SWT. mempertemukan kedua insan dalam bahtera rumah tangga, pasti keduanya dipertemukan untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan itu. Sampai detik ini, dengan segala kekuranganku yang terjaga dengan kelebihan istriku, aku berjanji untuk selalu mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi seorang imam yang baik, seorang sahabat yang peduli, seorang teman yang baik bagi dirinya. Aku berjanji… Ah iya.. foto itu diambil saat piknik di Glamping Jogja. Dengan 2 buah sepeda lipat yang sudah jarang terpakai… :p Mudah-mudahan bisa terpakai lagi dengan latar foto yang berbeda 😊