Langsung ke konten utama

Rinduku padamu



Sungguh kelahiranmu telah diberkahi oleh Allah dan manusia di seluruh jagat raya ini.
Malaikat tak henti bertasbih menyebut namamu.

Begitu engkau lahir, tanpa sebab yang jelas, tiang penyangga istana Kisra patah, istananya pun runtuh
Begitu engkau lahir, api yang biasa disembah orang Majusi itu seketika padam, hingga membuat mereka gundah gulana
Begitu engkau lahir, gereja – gereja sekitar istana Buhairah runtuh seperti ditelan bumi

Benar sekali kerasulanmu.
Semua itu menjanjikan risalah yang kau pegang adalah kebenaran yang tak terbantahkan lagi.
Dan ia akan membungkam risalah batil yang menyesatkan manusia.
Untuk itulah Allah memberikan pertanda baik,
kebatilan diruntuhkan sebagian untuk memperkuat risalahmu.
 
Yaa Nabi …
Yaa Rasul....
Yaa Muhammad…

Benar. Engkau lah manusia terpilih.
Engkau lah yang terbaik, di antara seluruh manusia.
Shalawat serta salam, akan senantiasa tercurahkan untukmu.

Rinduku kepadamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Hope

Jika keyakinan adanya kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini terpatri, sungguh tidak akan ada ruang bagi kita untuk berhenti berharap Pernah mendengar suatu kisah tentang empat lilin? Mungkin kisah ini udah familiar sekali. Dalam suatu ruangan sunyi, ada empat buah lilin yang menyala, namun perlahan, sedikit demi sedikit habis meleleh. Karena begitu sunyinya, terdengarlah percakapan antara mereka. Lilin yang pertama berkata “Aku adalah DAMAI.” “Namun manusia tak lagi mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan saja diriku..”. Demikian, sedikit demi sedikit sang lilin pun padam. Tersisalah tiga lilin yang masih menyala. Kemudian berkatalah lilin yang kedua, “Aku adalah IMAN.” “Namun sayang, manusia tak mau mengenaliku.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Tersisalah dua lilin yang masih menyala. Kemudian berkatalah lilin yang ketiga, “Aku adalah CINTA.” “Tak mampu lagi aku tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapk...

Segenap Kekurangan

Captured April 6, 2021 Menjalani kehidupan di jenjang yang berbeda membutuhkan penyesuaian. Dalam segala hal. Terlebih bagi seorang pasangan suami istri yang menjalani kehidupan 24 jam Bersama. Seperti halnya pasangan yang lain, sudah tentu masing-masing dari kami memiliki banyak kekurangan. Satu hal yang kupercaya, bahwa Allah SWT. mempertemukan kedua insan dalam bahtera rumah tangga, pasti keduanya dipertemukan untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan itu. Sampai detik ini, dengan segala kekuranganku yang terjaga dengan kelebihan istriku, aku berjanji untuk selalu mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi seorang imam yang baik, seorang sahabat yang peduli, seorang teman yang baik bagi dirinya. Aku berjanji… Ah iya.. foto itu diambil saat piknik di Glamping Jogja. Dengan 2 buah sepeda lipat yang sudah jarang terpakai… :p Mudah-mudahan bisa terpakai lagi dengan latar foto yang berbeda 😊